Leave a comment

Mengenal Profesi Humas (Public Relation)

Apa itu PR?

Disini kita akan sama-sama belajar untuk mengenal lebih dekat apa itu humas dan bagaimanakah seorang humas bekerja.

 

 

PR merupakan kepanjangan dari Public Relations. Konsep PR  pertama kali diperkenalkan oleh Ivy Ledbetter (Ivy Lee) yang saat ini dikenal sebagai The Father of PR. Ivy Lee dianggap sebagai bapak humas karena dengan konsepsinya berhasil mengembangkan humas yang oleh para cendekiawan dijadikan landasan untuk objek studi.

 

Kemudian banyak definisi tentang PR yang bermunculan oleh berbagai ahli, salah satunya adalah deskripsi Frank Jefkins yang mengatakan bahwa “ PR merupakan sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.” (Jefkins, 1992:9)

 

Selain itu, ada pula deskripsi PR oleh Prof. Marston :

PR adalah fungsi manajemen berupa penilaian sikap publik, mengidentifikasi kebijaksanaan dan tata cara organisasi demi kepentingan publik, melaksanakan program kegiatan dan komuniksi untuk meraih pengertian umum dan publik.

 

Pentingnya Membangun Citra Perusahaan

Perusahaan yang mempunyai citra baik dimata konsumen , produk dan jasanya relatif lebih bisa diterima konsumen dari pada perusahaan yang tidak mempunyai citra.
Perusahaan yang memiliki citra positif dimata konsumen cenderung survive pada masa krisis. Kalaupun menderita kerugian jumlah nominalnya jauh lebih kecil dibanding perusahaan yang citranya kurang baik. Penyebabnya karena dimasa krisis masyarakat melakukan pengetatan keuangan, mereka akan lebih selektif dalam mengkonsumsi dan memilih yang secara resiko memang aman. Karena itu mereka umumnya memilih berhubungan dengan perusahaan atau membeli produk-produk yang dipercaya memiliki pelayanan dan kualitas yang baik.
Dampak positif lainnya terhadap karyawannya sendiri. Karyawan yang bekerja pada perusahaan dengan citra positif memiliki rasa bangga sehingga dapat memicu motivasi mereka untuk bekerja lebih produktif. Dengan demikian pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan meningkat.
Selain itu citra perusahaan yang baik juga menjadi incaran para investor yang otomatis akan semakin yakin terhadap daya saing dan kinerja perusahaan ini. Bagi perusahaan yang telah go publik kondisi ini berpengaruh pada pergerakan harga saham di lantai bursa. Dengan demikian perusahaan yang memiliki citra positif akan lebih mudah dalam melakukan segala hal untuk berkembang.

 

A.      PERAN PR DALAM SUATU ORGANISASI dan PERUSAHAAN

1. Communication Tehnician

Beberapa praktisi memasuki dunia PR ini sebagai teknis. Pada tahap ini kemampuan jurnalistik dan komunikasi sangat diperlukan. PR diarahkan untuk berperan menulis, menulis news letter, menulis in house journal, menulis news release, menulis feature, dll. Biasanya praktisi dalam peran ini tidak hadir pada saat manajemen menemui kesulitan. Mereka tidak dilibatkan dalam manajemen sebagai pengambil keputusan. Peran mereka lebih ke arah penulisan tools dan mengimplementasikan program. Mereka sebagai “the last to know”
2. Expert Prescriber

Praktisi PR sebagai pendefinisi problem, pengembang program dan memeiliki tanggungjawab penuh untuk mengimplementasikannya. Mereka sebagai pihak yang pasif. Manajer yang lainnya menyerahkan tugas komunikasi sepenuhnya ke tangan si “komunikasi” ini sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaan mereka yang lainnya.Tampaknya bangga karena PR semacam ini dianugerahi kepercayaan tinggi tetapi karena tidak adanya keterlibatan top manajemen dalam peran PR maka PR seolah terisolir dari perusahaan. Ia sibuk sendiri dengan pekerjaannya. Di pihak manajemen mereka juga menjadi sangat tergantung kepada PR nya. Mereka menjadi minim komitmen kepada tugas – tugas PR, padahal seperti diketahui seharusnya tugas PR harusnya dilakukan oleh semua orang yang ada dalam sebuah perusahaan.
3. Communication Facilitator

PR sebagai pendengar setia dan broker informasi. Mereka sebagai penghubung, interpreter dan mediator antara organisasi dan publiknya. Mereka mengelola two way communicationnya. Tujuannya dalam hal ini adalah untuk menyediakan kebutuhan dua belah pihak akan informasi, membuat kesepakatan yang melibatkan minat keduabelah pihak.
4. Problem Solving Facilitator

Mereka berkolaborasi dengan manajer lain untuk mendefinisikan dan memecahkan masalah. Mereka menjadi bagian dalam manajemen stratejik perusahaan. Bergabung dengan konsultan mulai dari awal direncanakan program hingga evaluasinya. Membantu manajemen menerapkan PR sebagai tahapan fungsi manajemen yang sama dengan kegiatan manajemen yang lain.
PR berfungsi sebagai bagian penting penganalisis situasi, memiliki peran yang intens dalam pengembangan prosedur, kebijakan, produk dan aksi perusahaan. Mereka juga memiliki power mengubah sesuatu yang seharusnya diubah. Mereka harus terlibat dalam segala bentuk perubahan organisasi.

 

 

B. SASARAN PUBLIC RELATION

Sasaran PR adalah publik, publik merupakan sauatu kelompok dalam masyarakat yang memiliki karakteristik kepentingan yang sama, intinya sasaran PR bukanlah perorangan melainkan orang ramai. Dalam praktik publik dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni internal dan eksternal, yang dikatakan publik internal adalah mereka yang bekerja di dalam lembaga, meliputi karyawan hingga pemegang saham sedangkan pubnlik eksternal adalah mereka yang beradsa diluar lembaga, seperti komunitas local disekitar peruasahaan, publik pers pencari sumber berita dan pemerintah.

 
C. KODE ETIK PR

Etika adalah standar-standar moral perilaku, atau bagaimana Anda bertindak dan mengharapkan orang lain bertindak. Etika merupakan sebuah bentuk kompromi antara hak dan tanggung jawab individu. Ia merupakan suatu hasil bentukan manusia. Etika diciptakan untuk mengatur kehidupan manusia agar terjadi interaksi yang harmonis. Sehingga dalam prakteknya tak ada etika yang mutlak. standar/dasar etikanya mencakup:

 

1. Sikap profesional

Sikap profesional memiliki prinsip bahwa seorang PR harus bertindak atas dasar keinginan untuk menciptakan kebaikan diantara kedua belah pihak, baik klien maupun komunitas. Bukan semata – mata untuk mengejar posisi dan kekuasaan.
2. Kepercayaan mutlak, dan tanggung jawab social

Untuk menjadi seorang profesional, seorang PR diharapkan mampu memegang kepercayaan.

Kesejahteraan publik atau pimpinan tergantung pada kecakapan dan tindakan orang yang bersangkutan. Pimpinan harus mempercayai informasi yang diberikan oleh PR lebih dari siapapun. Sedangkan kehormatan seorang profesional PR mengacu pada keyakinan dan kepercayaan yang diberikan publik, karena perilaku yang benar dan keahlian yang dimiliki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: